20+ Contoh Imitasi dalam Kehidupan Sehari Hari dan Interaksi Sosial

20+ Contoh Imitasi dalam Kehidupan Sehari Hari dan Interaksi Sosial

Kali ini akan diulas mengenai 20+ contoh contoh imitasi dalam kehidupan sehari hari dan dalam interaksi sosial. Dalam hal ini bisa dibedakan menjadi dua yaitu contoh imitasi positif dan imitasi negatif. Imitasi adalah proses interaksi sosial seseorang atau sekelompok orang yang meniru atau mengikuti perilaku orang lain atau kelompok lain. Mudahnya imitasi adalah suatu proses yang terjadi dengan cara mencontoh, meniru, atau mengikuti perilaku orang lain.

Tindakan, tingkah laku atau cara berpakaian orang yang ditiru biasanya adalah orang yang sering berada di dekatnya, yang di idolakannya atau yang dianggapnya sebagai panutan. Banyak sekali dan bisa dengan mudah kita temukan contoh imitasi dalam interaksi sosial dan kehidupan sehari hari masyarakat, terutama dalam lingkungan keluarga dan sekolah. Namun yang perlu diperhatikan adalah, proses belajar dengan imitasi atau meniru ini ada yang positif ada pula yang negatif sifatnya.

20+ Contoh Imitasi dalam Kehidupan Sehari Hari dan Interaksi Sosial

Faktor imitasi dapat mendorong seseorang untuk berperilaku positif, yaitu dengan meniru hal hal yang sesuai berbagai kaidah dan baik secara umum. Di sisi lain, imitasi dapat mengakibatkan terjadinya hal-hal negatif yaitu meniru hal-hal yang menyimpang dari nilai-niai moral dan nilai etika yang ada di dalam masyarakat.

Sisi positif akan didapat jika proses imitasi memberikan dampak positif untuk pelaku maupun orang lain dan masyarakat, sedangkan sisi negatif mungkin bermanfaat bagi dia tapi merugikan orang lain atau bahkan merugikan diri sendiri sekaligus merugikan masyarakat.

Contoh Imitasi

Banak sekali dalam interaksi sosial di masyarakat kita temui contoh contoh imitasi ini, contoh imitasi paling sering terjadi dan bisa dipelajari adalah proses imitasi dalam sekolah dan dalam keluarga. Nah, dibawah ini kami berikan daftar 20+ contoh imitasi dalam kehidupan sehari hari dan interaksi sosial yang kami pisahkan berdasarkan dampak positif dan dampak negatifnya.

Contoh Imitasi Positif

  • Orang tua yang sopan, santun dan baik dalam bicara dan tingkah lakukya dalam kehidupan keluarga, maka akan dicontoh oleh anak anaknya. Anak setiap harinya tentu paling sering berkumpul dan berhubungan dengan orang tuanya, jadi jika orang tuanya baik dalam perkataan dan tingkah laku, maka hal ini akan ditiru oleh anaknya sehingga anak tersebut menjadi baik perilakunya di luar keluarga dan di tengah tengah masyarakat berkat meniru orang tuanya.
  • Seorang kakak yang memiliki prestasi baik di sekolah, maka adiknya akan meniru dan mengamati bagaimana kakaknya bisa menjadi sukses. Kakak yang baik dan berprestasi akan menjadi panutan bagi adik adiknya.
  • Seorang ayah yang pekerja keras, ia bekerja siang dan malam untuk menafkahi keluarganya, maka akan menjadi panutan bagi anak anaknya. Anak akan meniru sifat pekerja keras yang dilihatnya dari ayahnya.
  • Seorang anak yang berada di lingkungan dan baik dan bergaul dengan teman-teman yang rajin belajar, pada akhirnya ia akan rajin belajar pula karena tindakan teman-teman sepergaulannya akan ditiru jika ia merasa apa yang dilakukan teman-temannya itu sangat baik.
  • Seorang anak yang hobi bermain sepakbola dan bercita cita menjadi pemain sepakbola, maka ia akan meniru gaya pemain favoritnya dalam skill dan cara bermainnya.
  • Seorang anak yang tumbuh di eluarga yang religius dan taat beribadah, kedua orang tuanya rajin shalat dan membaca Al-Quran, maka ia akan mengaggumi apa yang dilakukan orang tuanya dan mengimitasi kelakuan orang tuanya yaitu rajin dalam beribadah.
  • Seoran adik sering melihat gaya dan cara berpakaian kakaknya yang begitu sopan dan santun, ia pun menganggap hal itu adalah hal yang seharusnya ia ikuti dan kemudian menerapkannya dalam cara berpakaian.
  • Seorang ayah yang suka dan hobi memancing dan sering mengajak anaknya memancing sejak kecil, maka akhirnya anak anaknya jadi punya hobi yang sama dengan ayahnya yaitu memancing.
  • Seorang murid yang pintar di sekolah dan duduk sebangku dengan anak yang prestasinya biasa saja. Setiap hari anak yang biasa prestasinya tersebut mengikuti dan mengamati murid yang berprestasi dan akhirnya mampu menyainginya dalam hal prestasi.
  • Seseorang senang mendengarkan jenis musik yang bersemangat dengan lirik yang positif, hal ini mempengaruhinya secara psikologis dan membuatnya menjadi orang yang positif dan selalu ceria.
  • Karena tuntutan profesi sebagai bagian pemasaran, seseorang yang tadinya pendiam setelah bergabung dengan rekan kerjanya jiwa sosialnya lebih tinggi menjadi pandai berbicara dan tidak pendiam lagi.

Contoh Imitasi Negatif

  • Seorang anak yang gemar menontoh film dengan adegan adegan berbahaya di televisi, maka kemungkinan besar akan ditirunya dalam kehidupan nyata apa yang pernah ia lihat di televisi.
  • Seorang anak yang hidup di lingkungan keluarga yang merokok, maka akan ada kecenderungan bahwa anak-anak tersebut akan mengikuti apa yang angota keluarganya lakukan sehingga anak menjadi perokok aktif.
  • Anak yang memiliki banyak teman nakal akan memiliki kecenderungan dia akan terpengaruh dengan teman sebayanya. Anak biasanya akan meniru apa yang dilakukan oleh teman sebayanya sehingga resiko tersebut sangat mungkin terjadi.
  • Anak yang tinggal di keluarga dimana ayahnya seorang pemabuk, maka akan ditiru dan kemungkinan besar anaknya akan menjadi seorang pemabuk pula.
  • Seorang anak yang gemar menonton acara acara gulat, pertarungan dan sebagainya, cenderung akan meniru dan bisa saja dipraktekkan kepada tema temannya.
  • Film yang ditayangkan di televisi banyak memuat tampilan aktris dan aktor dengan gaya berpakaian yang mengikuti selera barat. Orang-orang yang sering menonton TV jadi mengikuti cara berpakaian dari aktris maupun aktor tersebut.
  • Anak-anak yang bergaul di lingkungan masyarakat yang tidak besekolah dan tidak menyukai pendidikan pada akhirnya akan putus sekolah pula.
  • Seorang anak yang tinggal di lingkungan keluarga yang keras dan kasar dalam prilaku dan tutur kata, maka ia akan terpengaruh dan meniru apa yang ia lihat sehingga menjadi anak yang kasar dan keras kepala.
  • Anak yang gemar menonton sinetron di Indonesia yang banyak diprotes oleh oranngtua yang menganggap bahwa sinetron sekarang banyak menyiarkan hal-hal negatif yang kemungkinan dapat ditiru oleh anak.
  • Jika anak berada di lingkungan dimana tema temannya selalu menggunakan pakaian yang minim ketika jalan-jalan. maka anak ini akan melihatnya sebagai tren terbaru dan akhirnya mengikuti gaya berpakaian mereka.
  • Serorang anak yang tinggal di keluarga yang tidak taat dalam beragama, selalu meninggalkan shalat dan membaca Al-Quran, maka anak tersebut akan meniru dan menganggap yang dilakukan orang tuanya adalah baik dan ia pun menjadi anak yang jauh dari agama.

Demikianlah informasi mengenai kumpulan contoh imitasi positif dan negatif dalam interaksi sosial dan kehidupan sehari hari. Semoga semua macam macam contoh kasus imitasi diatas bisa bermanfaat dan membuat kita lebih paham mengertai imitasi.

Tinggalkan komentar