15+ Fungsi Stratifikasi Sosial Secara Umum dan Penjelasannya

15+ Fungsi Stratifikasi Sosial Secara Umum dan Penjelasannya

Fungsi stratifikasi sosial – Apa itu stratifikasi sosial? Stratifikasi berasal dari bahasa latin yaitu stratum dan socius, stratum artinya tingkatan dan socius berarti teman atau masyarakat. Maka secara harfiah, pengertian stratifikasi sosial berarti tingkatan-tingkatan yang ada dalam masyarakat.

Definisi dan pengertian pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Bisa juga diartikan perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).

Banyak sekali kegunaan, tujuan dan fungsi stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat. Dalam hal ini stratifikasi sosial memiliki peranan dan fungsi yang berkaitan dengan harga diri (prestise atau privelese) yang merupakan hak yang dimiliki oleh setiap individu karena kedudukannya pada sebuah strata.

Adapun contoh stratifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat ini bisa dengan mudah kita temui di kehidupan sehari hari karena secara tidak langsung setiap warga dan anggota masyarakat digolongkan ke dalam beberapa lapisan berdasarkan kriteria tertentu seperti harta, kepemilikan tanah, pendidikan, kekuasaan dan lain sebagainya.

Beberapa ukuran yang dominan sebagai dasar pembentukan stratifikasi sosial diantaranya adalah kekayaan, kekuasaan atau kewenangan, ilmu pengetahuan dan kehormatan. Dalam proses terjadinya pelapisan sosial di masyarakat, ternyata ada beberapa fungsi stratifikasi sosial di antaranya adalah sebagai alat solidaritas, memudahkan dalam berhubungan dan masih banyak lagi.

(baca juga fungsi pranata sosial)

15 Fungsi Stratifikasi Sosial Secara Umum dan Penjelasannya

Fungsi Stratifikasi Sosial

Selengkapnya simak berikut ini daftar 15 fungsi stratifikasi sosial secara umum lengkap beserta penjelasan dan contohnya.

1. Sebagai alat untuk mendistribusikan hak hak istimewa dan kewajiban yang obyektif seperti menentukan penghasilan, kekayaan, keselamatan, jabatan, wewenang, pangkat, kedudukan dan lain sebagainya.

2. Agar mempersatukan dengan cara mengkoordinasikan pada bagian bagian yang terdapat pada struktur sosial yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan demikian, stratifikasi sosial berperan dalam memengaruhi fungsi dari berbagai unit dalam strata sosial yang ada.

3. Sistem pertanggaan (tingkatan) pada strata yang diciptakan masyarakat yang menyangkut prestise dan penghargaan, contohnya terdapat pada seseorang yang menerima anugerah penghargaan, gelar kebangsawanan dan lain sebagainya.

4. Kriteria sistem pertentangan, yaitu apakah didapat melalui kualitas pribadi, keanggotaan kelompok, kerabat tertentu, kepemilikan, wewenang atau kekuasaan.

5. Fungsi stratifikasi sosial selanjutnya adalah sebagai penempatan individu atau juga seseorang pada lapisan tertentu di dalam struktur sosial.

6. Sebagai penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan, seperti tingkah laku, model berpakaian dan bentuk rumah, hobi dan lain sebagainya.

7. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan. Yaitu sebagai penentu tingkatan mudah ataupun tidak bertukar status serta kedudukan di dalam struktur sosial.

8. Untuk mendorong masyarakat agar bergerak sesuai dengan fungsinya masing-masing.

9. Untuk memecahkan berbagai permasalahan dan persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya dengan cara menempatkan individu dalam suatu tempat di struktur sosial dan mendorongnya agar melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kedudukan serta perannya.

10. Menyusun alat bagi masyarakat dalam mencapai beberapa tugas tugas pokok dalam suatu masyarakat, dengan cara mendistribusikan prestise maupun privelese (hak yang dimiliki seseorang karena kedudukannya dalam sebuah strata).

11. Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat.

12. Sebagai kriteria pelapisan, apakah itu kualitas pribadi, keanggotaan, kelompok, kerabat tertentu, kepemilikan, wewenang, kekuasaan dan lain sebagainya.

13. Menyusun, mengatur dan mengawasi hubungan-hubungan diantara anggota masyarakat. Peranan, norma dan standar tingkah laku dilibatkan dan diperhatikan dalam setiap hubungan di antara strata yang ada di dalam masyarakat.

14. Mengkategorikan manusia dalam stratum berbeda sehingga bisa menyederhanakan kehidupan manusia dalam hal saling berhubungan diantara mereka. Dalam kelompok primer fungsi ini tidak begitu penting karena memang para anggotanya saling mengenal secara dekat.

15. Untuk memudahkan manusia dalam saling berhubungan diantara mereka.

Demikianlah informasi tentang daftar 15 fungsi stratifikasi sosial secara umum dalam kehidupan masyarakat lengkap beserta penjelasan dan contohnya. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi ilmu pengetahuan mengenai tujuan dan fungsi stratifikasi sosial.

Tinggalkan komentar